Cerpen terbaru "seni jangan punah ditanganku"

Minggu, 25 Februari 2018

"SENI JANGAN PUNAH DITANGANKU"



SENI JANGAN PUNAH DITANGANKU
KARYA :@AwalCipdol
          






    Kehidupan seorang tokoh seni yang hidup bersama keturunannya,tokoh seni tersebut bernama Dg.Kulle dan ia telah berusia 50 Tahun.bisa dikatakan kehidupannya tidaklah begitu cerah,karena Dg. Kulle yang merupakan tokoh seni yang mengetahui dan memahami segala bentuk kesenian asli Makassar ,ironisnya hal ini tidak dapat ia wariskan kepada anak-anaknya,padahal ilmu seninya merupakan ilmu keturunan yang diwariskan oleh nenek leluhurnya,setiap Dg.Kulle mengajak anaknya untuk mempelajari seni,namun sayang jawaban anaknya selalu ingin fokus dengan cita-citanya,Dg. Kulle pun tak mau memaksa karena seni itu murni bukan paksaan.                                                                                                                                                                                    
       Dengan itu Dg.Kulle sangat kecewa dan merasa takut seni akan punah ditangannya. karena tak mau semua itu terjadi,Dg.Kulle akhirnya memutuskan untuk berkeliling kota Makassar untuk memperkenalkan dan menampilkan kesenian yang di ketahuinya dengan tujuan ada yang tertarik untuk menjadi muridnya sehingga kesenian asli Makassar dapat diwariskan.meskipun sebenarnya aturan dari keluarganya tak boleh mengajarkan kesenian ke selain keturunannya,karena kesenian pada zaman dahulu sangat di agungkan dan tak boleh sembarang orang yang mempelajarinya bahkan saking agungnya seluruh pendahulu keturunan Dg.Kulle di culik oleh penjajah hingga kini hanya Dg.Kulle seorang yang menguasai kesenian asli Makassar dan apabila Dg.Kulle wafat,maka wafat pula kesenian Makassar,hal inilah yang membuat Dg.Kulle takut dan tetap menyebarkan kesenian karena menurutnya jika iya tetap melaksanakan aturan dari leluhurnya maka kesenian akan betul-betul punah.
                                                                                                                                                                 
     Hal ini menjadi tantangan bagi Dg.Kulle untuk terus berusaha mencari pewaris,hanya saja kemajuan technology menghambat langkahnya untuk menyebarkan kesenian,menurutnya orang-orang senang dengan penampilannya tetapi setiap dia mengajak anak menjadi muridnya anak itu terus beranggapan lebih ingin mengejar cita-citanya dibandingkan mempelajari seni,bahkan ada yang mengatakan bahwa seni itu jadul (jaman dulu),Padahal Dg.Kulle sendiri beranggapan seni itu masa depan suatu daerah.   
                                                                                                                                                
    Dg.Kulle tak pernah menyerah ,ia terus melangkah mengejar impiannya untuk menyebarkan kesenian,hingga suatu ketika saat ia tampil dengan sebuah tarian asli Makassar ,seorang anak gadis kagum kepadanya dan langsung bertanya kepada Dg.Kulle  bahwa itu joget apa? Dg.Kulle pun Menjawab “Bahwa itu bukan Joget tetapi itu sebuah tarian khas Makassar sebenarnya tarian itu dibawakan oleh 5 orang penari dan di iringi alunan musik hidup tetapi karena hal itu mustahil maka saya merubahnya menjadi tari kreasi yang bisa dibawakan oleh seorang diri dan di iringi musik rekaman” , anak itu pun penasaran dan meminta Dg.Kulle untuk mengajarinya,Dg.Kulle pun sangat senang saat mendengar ucapan anak itu,dan akhirnya Dg.Kulle memutuskan mengangkat gadis tersebut menjadi muridnya.
           
    Hari pertama gadis yang merupakan murid Dg.Kulle menjalani latihannya mempelajari seni ,hal luar biasa terjadi anak itu sangatlah mudah untuk di latih kemampuannya sangat luar biasa berdasarkan penilaian dari Dg.Kulle hanya dengan satu hari anak gadis itu berhasil mempelajari 2 jenis tarian,hal ini membuat Dg.Kulle sangat bahagia ,hari demi hari berlalu Dg.Kulle selalu memasang wajah yang bahagia,hanya saja hal itu tak berlangsung lama karena orang tua dari gadis itu datang dan memarahi Dg.Kulle dengan Bahasa “Hei Bapak Tua mengapa kau ajak anakku untuk mempelajari sesuatu yang tak berguna ,anak saya telah saya pesankan menjadi seoarang dokter berdasarkan cita-citanya sendiri ,jadi tolong jangan mempengaruhi anak saya!!”,Dg.kulle pun menjawab “Hai Wahai Ibu,Seni jangan kau hina ,seni bukanlah sesuatu yang tak berguna,tetapi ingatlah semakin maju technology maka seni dan kebudayaan akan semakin dicari dan dibutuhkan “.Tanpa membalas Ibu gadis itupun pergi dengan wajah yang kesal,Dg.Kulle kembali bersedih dan mulai putus asa ia terus menunggu kedatangan anak muridnya,hingga 2 minggu berlalu anak gadis itu takkunjung datang ,akhirnya Dg.Kulle memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya ,sesampainya di kampung rumah Dg.Kulle telah kosong hanya ada selembar surat dari anaknya yang bertuliskan bahwa anaknya pergi merantau untuk menggapai cita-citanya ,disitulah Dg.Kulle semakin sedih dengan kepergian anaknya serta di hantui rasa takut akan punahnya seni ditangannya.  
                                                                                                                                         
    Hari berlalu,Dg.Kulle menjalani hidupnya dengan penuh kesedihan dan rasa takut,kini usianya telah genap 80 Tahun namun tak ada kabar dari anaknya dan hingga saat ini Dg.Kulle pun belum menemukan seorang pewaris ilmu keseniannya .Ia semakin takut bahwa seni memang akan Punah ditangannya ,tetapi di lain tempat gadis yang sempat menjadi murid Dg.Kulle kini telah Dewasa,saat ini gadis tersebut bekerja menjadi seorang guru jauh dari yang iya cita-citakan.Ia dikenal sebagai guru yang baik dan pintar ,suatu ketika ia menyaksikan sebuah siaran Televisi ,siaran televisi tersebut menerankan mengenai pentingnya sebuah kesenian untuk sebuah daerah dan juga menampilkan peringkat daerah-daerah di nusantara berdasarkan keseniannya ,mirisnya kotanya merupakan kota yang memiliki prestasi kesenian paling dibawah bahkan tak ada sama sekali, karena hal itu gadis tersebut mengingat bahwa dirinya pernah mengenal kesenian melalui Dg.Kulle ,Merasa miris dengan kesenian yang ada di kotanya ,hati gadis tersebut pun tergohyang dan memutuskan untuk mencari keberadaan Dg.Kulle dengan tujuan ingin membantu Dg.Kulle menyebarkan kesenian karena dulunya memang ia pernah tertarik dengan kesenian.
            Hari demi hari berlalu gadis itu terus mencari ,namun usahanya tidak sia-sia ia berhasil menemukan keberadaan Dg.Kulle namun sayang,Dg.Kulle telah Wafat dan ia hanya berhasil menemui anak dari Dg.Kulle,merasa perjuangannya sia-sia gadis tersebut ingin kembali ,namun anak dari Dg.Kulle memanggilnya dan menanyakan ada apa gerangan iya mencari ayahnya,akhirnya gadis tersebut menceritakan semuanya,setelah anak Dg.Kulle mendengar cerita dari gadis tersebut ,anak Dg.Kulle teringat dengan pesan ayahnya sebelum meninggal,bahwa ayahnya telah menuliskan sebuah buku yang nantinya di serahkan bila ada yang membutuhkannya anak Dg.Kulle juga merasa bersyukur karena iya bisa berada di samping ayahnya sebelum ayahnya wafat.akhirnya buku tersebut diserahkan kepada gadis mantan murid Dg.Kulle dan gadis itupun langsung mengambilnya dengan penuh semangat dan berkali mengucapkan terimah kasih. Merasa semangat sang murid kembali kedesanya ,disana ia mempelajari semua isi buku itu,dan setelah ia menguasai seluruh kesenian asli Makassar,iapun mengajarkannya kepada siswanya ,tak lama kesenian semakin berkembang bahkan beberapa peminatnya menciptakan karya seni baru dengan terinpirasi dengan buku milik Dg.Kulle , karena perkembangannya sangat baik hal ini membuat kepala sekolah di tempat gadis itu mengajar meminta gadis tersebut untuk mendirikan sebuah kelas khusus kesenian,kelas kesenian itu terus berkembang dan memiliki ribuan peminat bahkan ada yang sudah tua sangat ingin mempelajari kesenian tersebut hal ini membawa angin segar untuk kesenian di kota Dg.Kulle tinggal dengan perkembangannya begitu pesat menjadi lirikan pemerintahan setempat untuk semakin di kembangkan dari itulah nama kesenian Makassar dulunya peringkat terbawah kini telah menduduki peringkat 2 besar di seluruh nusantara bahkan banyak Negara luar yang sangat senang dan menyukai beragam kesenian khas Makassar ini, Hal ini membuat gadis yang dulunya merupakan murid Dg.Kulle percaya atas apa yang dikatakan Dg.Kulle bahwa kesenian itu berharga dan kelak saat technology semakin maju maka kesenian akan semakin dicari.            
                                                                   
 Berakhirlah kisah Dg.Kulle,Akhirnya Dg.Kulle berhasil mengembangkan kesenian melalui muridnya dan artinya seni khas kotanya tidak jadi punah dan muridnya pun kini menjadi Duta kesenian yang sangat di hargai di seluruh nusantara.


BAHYANGKAN JIKA KESENIAN PUNAH!!
DAN JIKA CERITA INI NYATA MAKA KITA PATUT BERTERIMAH KASIH KEPADA DG. KULLE KARENA NYATANYA SEKARANG MEMANG SENI SANGAT BERKEMBANG DAN BISA KITA NIKMATI…


KARYA : @AwalCipdol